
Tahukah Tuan dan Puan sekalian,
Sahaya Tengah berdiri di negeri seorang sahabat?
Berdiri sahaya dalam buaian pasir putih,
terkandung kaolin dan timah,
kemurnian jiwa sahabat sahaya di sana.
Citra terbentang kilau biru.
Laut Gaspar dan Laut Cina Selatan.
Keelokan desir buih kejernihan tak terperi
Jernih sudut pandang sahabat sahaya ini.
Fasih nalar, tajam panah pemikiran.
Lalu, segala retorika menyebut mereka,
Laskar Pelangi!
Sahaya sendiri sebagai saksi,
Sahabat dan para laskar negeri
Merekalah Laskar Tangguh!
dengan jiwa teguh tak separuh-separuh.
Tak kenal lelah lebur dalam Terik waktu.
Lewat cengkerama ayah sahabat sahaya
Dengan pemuda tanggung mendulang timah
Sahaya dapati para laskar Tangguh menimba peradaban.
Lewat anak-anak brilian, dari keluarga pendulang timah
Ayahnya berkata “Nak, pergilah yang jauh,
Timbalah harta keelokan ilmu,
Nanti pulang, bangun negeri kita ini!”
Tak apa ayah tersengat matahari,
Legam oleh lumpur bulir timah,
Lalu ribut dengan pengepul karena harga tak kunjung tinggi.
Tak masalah Umak ajar kita kencangkan tali pinggang,
Asal kau Berjaya di tempat orang-orang hebat itu!
Asal kau gali kepintaran mereka,
Jangan lupa, kau pulang bangun kampung kita!
Bercermin dari mereka,
Ayah dan umak sahabat sahaya,
Merekalah Laskar Tangguh,
sahaya kata tanpa ragu!
1 komentar
Ruli Trisanti, Selasa, 27 Feb 2024
Kalau boleh dibilang naskah, atau tulisan saja, aslinya lebih panjang, tapi saya potong. Mungkin sudah cukup mewakili rasa bangga dan terima kasih saya pada negeri sahabat, bernama Belitung